Kisah Dibalik Kesuksesan Pak Tatang Seorang Tukang Sapu

Selamat datang di website canadagoosejacketssale, yang dimana pada kesempatan kalian ini kami akan membagikan kisah nyata dibalik kesuksesan pengusaha bernama Tatang. Perlu anda ketahui bahwa, untuk meraih kesuksesan tentu memerlukan usaha dan kesungguhan. Jika kesuksesan dapat dirain tanpa memerlukan usaha, pastinya saat ini sudah banyak orang sukses bukan? Nah, bagi kalian yang mungkin baru saja ingin mencoba usaha dalam dunia bisnis, ada baiknya mencari info-info mengenail jenis usaha yang ingin anda tekuni. Contohnya jika kamu ingin usaha dengan buka tempat café atau bar, sebaiknya anda bertanya pada teman sobat yang sudah memiliki pengalaman dalam bidang tersebut.

Berikut ini ada salah seorang yang sangat menginspirasi kita untuk meraih kesuksesan. Cerita berikut ini dari seorang yang bernama Tatang yang dahulu berprofesi sebagai tukang sapu, kini memiliki usaha toko sembako dan kontrakan. Langsung saja kita simak informasinya dibawah ini.

Kisah Sukses Pak Tatang Pada Tahun 1993

Cerita sukses Tatang

Pengusaha Sukses yang satu ini tadinya yakni seseorang tukang sapu. Tatang nama aslinya. Seseorang Laki-laki kelahiran Gunung Kidul 7 Mei 1973 dan juga dia cumalah seseorang alumni SMA tanpa kemampuan. Pada tahun 1993 dia nekad merantau ke Kota Jakarta kendati melulu berbekal tas punyai kaos dan juga ijazah SMA yang baru diperolehnya. Sesampai di Jakarta Tatang terasa menggali pekerjaan apa saja tanpa memilih- milih. Perihal ini dia kerjakan bikin bertahan hidup.

Pekerjaan kesatu yang dia dapat yakni jadi buruh bangunan di Ciledug– Jakarta Selatan. Selang beberapa bulan dia kesimpulannya dapat tawaran manfaat jadi tukang sapu di suatu hal kantor di Palmerah– Jakarta Barat.

Tawaran manfaat jadi tukang sapu segera diambilnya tanpa pikir panjang. Dengan anggapan jikalau jadi tukang sapu akan lebih enteng dibandingkan jadi kuli bangunan. Dari tukang sapu sehabis itu diusung jadi OB. Perihal ini dia dapat lantaran kinerjanya yang amat baik. Dari office boy, dia ulang mendapatkan tawaran jadi tenaga pemasar hingga karirnya menajak hingga jadi penanggung jawab gudang.

Sepanjang bekerja di kantor, Tatang termasuk coba- cobalah menggali pemasukan bonus. Pada kala cuti kantor ataupun tiap- tiap hari Sabtu dan juga minggu dia berjualan pernak pernik accessories laksana jepit rambut, kalung dan juga lain- lain di Stadion Gelora Bung Karno. Usahanya ini dia lakoni dekat 4 tahun dengan modal 100 ribu rupiah.

Dari empiris jualan ini lantas dia berpikir, jikalau usaha sendiri nyatanya lebih menjanjikan daripada jadi karyawan dengan penghasilan pas- pasan. Pada tahun 1997 dia nekad mundur dari kegiatan kantor dan juga bertekun jualan aksesorinya hingga punyai kios di Mall Graha Cijantung.

Membeli Rumah di Perumahan Ungu

Rumah pak Tatang

Tahun 1999, dia melakukan pembelian rumah di Perumahan Pondok Ungu Bekasi Utara hasil dari penjualan kios di Mall Graha Cijantung dikarenakan ditawar orang dengan harga mahal. Di posisi baru inilah, ekspedisi usaha Tatang diawali.

Dikala itu, dia segera membuka toko sembako. Baginya usaha ini memadai menjanjikan dikarenakan ke depan, Perumahan Pondok Ungu tempatnya tinggal itu hendak tumbuh dan juga jadi ramai. Pada kala tersebut Pondok Ungu tetap terbilang hening. Demi meramaikan zona tempatnya tinggal, dia lantas membangun beberapa 10 posisi tinggal kontrakan yang di pasarkan dengan harga miring. Rumah kontrakan ini mayoritas dicarter oleh saudagar keliling, semacam penjaja bakso, dan juga gorengan.

Pintar sekali Tatang, di samping mendapatkan hasil dari posisi tinggal kontrakan, seluruh orang dagang tersebut pula memeriahkan toko sembako miliknya. Memandang took sembako Tatang terasa ramai, tidak sedikit masyarakat di luar posisi tinggalnya terasa jelas tokonya.

Bersamaan masa- jaman berjalan, naluri usahanya konsisten jadi jadi. Pada tahun 2006, Tatang terasa tertarik dengan usaha penciptaan sari kelapa. Dari beberapa berita yang diperolehnya dikenal jikalau bikin menghasilkan sari kelapa yakni proses dari fermentasi air kelapa murni dengan perlindungan kuman Acetobacter xylium.

Tetapi Tatang tidak patah semangat, dia konsisten belajar gimana manfaat menciptakan sari kelapa yang baik dan juga berbobot berbobot bermutu standar yang diputuskan industri. Seseorang dosen di IPB ditemuinya dengan iktikad manfaat belajar fermentasi. Si dosen pada mulanya enggan mengajari menilik Tatang yang melulu lulusan SMA pasti hendak rintangan terima penjelasannya.

Intensitas Tatang manfaat belajar dan juga kecerdikannya merayu, Pak dosen pula kesimpulannya senang mengajarinya dekat 2 bulan. Sehabis tidak sedikit mengantongi ilmu, Tatang termasuk memulai ulang buatan sari kelapanya.

Sehabis product sari kelapanya memadai memuaskan, dia segera memproses 10. 000 nampan dan juga dapat lolos ke industri. Penciptaan kesatunya ini senilai Rp 70 juta. Saat ini terbalik, beberapa industri antri memungut olahan sari kelapanya. Nah… semenjak waktu layaknya itu ekspedisi usaha Tatang konsisten maju dan juga tumbuh.